Hasil Pemantauan Indikator Mutu Prioritas

Hasil Pemantauan Indikator Mutu Prioritas

Hasil Pemantauan Indikator Mutu Prioritas

Hasil Pemantauan Indikator Mutu Prioritas

  1. Indikator Area Klinis

IAK 1.      Kelengkapan assesmen awal medis di rawat jalan pada pasien bedah mulut dalam 24 jam

Formula :

Grafik 01. Kelengkapan Assesmen Awal Medis Rawat Jalan Pasien Bedah Mulut dalam 24 Jam

Januari - Juni 2018

 

Kelengkapan assesmen awal medis rawat jalan dalam 24 jam adalah form assesmen awal medis yang diisi lengkap dalam 24 jam oleh dokter DPJP. Berdasarkan grafik terlihat bahwa kelengkapan assesmen awal medis rawat jalan pasien bedah mulut dalam 24 jam pada bulan Januari - Juni 2018 mengalami peningkatan dan telah memenuhi target.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Sosialisasi ke mahasiswa profesi, DPJP, Residen PPDGS tentang Rekam Medik (RM) dan kelengkapannya.
  2. b)DPJP harus memastikan kelengkapan RM yang diisi oleh dokter/dokter gigi, mahasiswa profesi dan PPDGS.
  3. c)Perawat memastikan RM terisi oleh Profesional Pemberi Asuhan (PPA) yaitu mahasiswa profesi, DPJP, Residen PPDGS.
  4. d)Petugas rekam medik membuat list dan memastikan PPA yang tidak mengembalikan dan tidak mengisi lengkap RM dalam 1x24 Jam.
  5. e)Perawat Departemen bertanggung jawab meminta ulang PPA untuk mengisi lengkap form RM yang belum lengkap dalam waktu 1x24 jam.
  6. f)Jika PPA belum melengkapi ulang, maka akan dilaporkan ke Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang.
  7. g)Membuat surat pemberitahuan/pengumuman mengenai kelengkapan rekam medic.

 

IAK 2.   Kelengkapan Pengisian Form Permintaan Laboratorium

Formula :

Grafik 02. Kelengkapan Pengisian Form Permintaan Pemeriksaan Laboratorium

Januari - Juni 2018

Kelengkapan pengisian form permintaan pemeriksaan laboratorium adalah pengisian form permintaan pemeriksaan laboratorium yang diisi lengkap oleh dokter. Permasalahan yang ditemukan adalah ketidakpatuhan dari dokter untuk mengisi kelengkapan form permintaan pemeriksaan laboratorium. Berdasarkan grafik 03 pada bulan Januari - Juni 2018 terlihat bahwa kelengkapan pengisian form permintaan pemeriksaan laboratorium telah memenuhi target.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Sosialisasi ke seluruh PPA yang menuliskan form permintaan pemeriksaan laboratorium
  2. b)PPA memastikan mengisi dengan lengkap (seluruh item dalam form permintaan)
  3. c)Analis Lab/petugas Laboratorium PK memastikan seluruh form terisi dengan lengkap, jika belum lengkap kembalikan ke PPA untuk di isi lengkap.
  4. d)Jika PPA belum melengkapi ulang, maka akan dilaporkan ke Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang

 

IAK 3.      Terlaksananya Ekspertise Foto Radiologi

Formula :

 

Grafik 03. Terlaksananya Ekspertise Foto Radiologi Pasien Bedah Mulut

Januari - Juni 2018

 

Ekspertise adalah gambaran deskripsi dari foto di radiologi. Setiap bagian atau region yang difoto memiliki deskripsi yang berbeda. Terlaksananya ekspertise foto radiologi adalah dokter radiologi melakukan hasil baca foto radiologi untuk memberikan gambaran deskripsi dari foto. Berdasarkan grafik 03, terlihat bahwa pada bulan Januari - Juni 2018 mengalami peningkatan setiap bulannya, sehingga bulan April-Juni 2018 telah memenuhi target.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Perlu ada pembuatan form permintaan ekspertise foto radiologi dan hasil interpretasi foto radiologi (ekspertise)
  2. b)Petugas radiologi memeriksa kelengkapan form permintaan ekspertise dan interpretasi foto radiologi (ekspertise)
  3. c)Petugas radiologi mengingatkan DPJP radiologi untuk melengkapi hasil ekspertise foto radiologi dalam 1x24 jam
  4. d)Jika belum melengkapi ulang, maka akan dilaporkan ke Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang

 

IAK 4. Kelengkapan Laporan Operasi

Formula :

 

Grafik 04. Kelengkapan Laporan Operasi

Januari - Juni 2018

 

Kelengkapan laporan operasi adalah form laporan operasi yang diisi lengkap oleh dokter. Laporan operasi berisi identitas pasien (nama lengkap, tanggal lahir, nomor rekam medik, kamar), dokter operator, assisten operator, dokter anastesi, penata anastesi, perawat instrument, perawat sirkuler, jenis anastesi, golongan operasi, diagnosa pra operasi, diagnosa pasca operasi, indikasi operasi, tindakan operasi, tanggal operasi, jam operasi mulai, jam operasi selesai, lama operasi, komplikasi operasi, jumlah pendarahan, perawatan pasca operasi, laporan operasi, tanggal laporan operasi, nama dan tanda tangan dokter operator. Dari grafik 04 terlihat sebesar 100% laporan operasi diisi lengkap. Hal ini sudah memenuhi target yang diinginkan yaitu sebesar 100%. Namun, pada bulan Juni 2018 pencapaian sebesar 0% karena tidak ada kegiatan operasi pada bulan tersebut.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Sosialisasi ke DPJP untuk mengisi lengkap laporan operasi.
  2. b)Perawat memeriksa, memastikan dan mengingatkan DPJP untuk mengisi lengkap laporan operasi dalam 1x24 jam menggunakan form kelengkapan laporan operasi.
  3. c)Mempertahankan capaian yang sudah didapatkan.

IAK 5. Waktu Tunggu Resep Obat Jadi pada Pasien Rawat Jalan

Formula :

Grafik 05. Waktu Tunggu Obat Jadi (<5Menit)

Januari - Juni 2018

 

Berdasarkan grafik 05. Waktu tunggu obat jadi diberikan (<5menit) pada bulan Januari - Juni 2018 telah memenuhi target sebesar 80%.

Rencana Tindak Lanjut :

  1. a)Melakukan monitoring untuk selalu tepat waktu menyediakan obat jadi <5menit

 

IAK 6. Benar dalam Penulisan Resep

Formula :

Grafik 06. Benar dalam Penulisan Resep

Januari - Juni 2018

 

Benar penulisan resep adalah benar dalam proses prescribing, benar dalam penulisan resep obat oleh dokter misalnya obat yang diresepkan dosisnya tepat untuk pasien. Karena jika dosisnya terlalu besar bagi pasien, maka dapat menyebabkan efek toksik (keracunan) yang bahkan sampai bias menyebabklan kematian dan bila dosisnya terlalu kecil, maka efek terapi (penyembuhan) dari obat tersebut tidak tercapai. Selain itu misalnya, tulisan yang jelas dalam resep, benar dalam menuliskan nama obat atau jelasnya instruksi yang diberikan dalam resep. Berdasarkan grafik 06. diketahui bahwa sebesar 85% penulisan resep dilakukan dengan benar pada bulan Januari - Juni 2018. Hal ini telah memenuhi target yaitu sebesar 100%.

Rencana Tindak Lanjut :

  1. a)Apoteker/Asisten Apoteker tidak menerima resep obat yang ditulis oleh mahasiswa profesi tanpa persetujuan dokter DPJP.
  2. b)Dokter DPJP harus memverifikasi resep yang ditulis oleh mahasiswa profesi.
  3. c)DPJP harus memeriksa dengan seksama dan melakukan pengecekan sebelum meyerahkan resep obat kepada pasien.
  4. d)Monitoring dan evaluasi agar target yang telah ditetapkan selalu tercapai

 

IAK 7.      Kelengkapan Assesmen Pre-Anastesi

Formula :

Grafik 07. Kelengkapan Assesmen Pre-Anastesi Januari - Juni 2018

Kelengkapan assesmen pre-anastesi adalah form assesmen pre-anastesi yang diisi lengkap oleh dokter anastesi. Assesmen pre-anastesi berisi identitas pasien (nama pasien, umur, nomor Rekam Medik, tanggal lahir), diagnosis, rencana tindakan, riwayat operasi, penyakit yang pernah diderita, riwayat alergi, angina, kejang, diabetes, obat yang sedang didapat, tingkat kesadaran, tanda vital, jalan napas, pemeriksaan penunjang, hasil konsultasi bagian lain, tindakan persetujuan untuk dilakukan tindakan anastesi, preoperative, intraoperative, postoperative, surat ijin anastesi, edukasi, keperluan produk darah, nama dan tanda tangan dokter anastesi. Pada bulan Januari - Juni 2018 kelengkapan laporan operasi sudah memenuhi target yaitu sebesar 100%.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Melakukan sosialisasi ke dokter bedah untuk selalu mengisi lengkap form laporan operasi;
  2. b)Perawat yang bertugas pada saat operasi membantu memeriksa, memastikan dan mengingatkan dokter mengisi laporan operasi secara lengkap.
  3. c)Mempertahankan capaian yang sudah didapatkan.

 

IAK 9.      Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam medis 24 jam Setelah Selesai Pelayanan

Formula :

 

Grafik 08. Kelengkapan Pengisian Berkas Rekam Medik dalam 24 Jam

Januari - Juni 2018

Kelengkapan rekam medik  dalam 24 jam adalah pengisian pada form rekam medis yang diisi lengkap dalam kurun waktu 24 jam oleh dokter maupun perawat. Berdasarkan grafik 09. Pada bulan Januari - Juni 2018 kelengkapan rekam medik dalam 24 jam mengalami peningkatan pencapaian sehingga pada bulan Mei-Juni 2018 telah memenuhi target.

Rencana Tindak Lanjut:

a) Melakukan sosialisasi secara menyeluruh ke dokter DPJP dan perawat tentang pentingnya mengisi kelengkapan rekam medik yaitu seperti:

1)      Rekam Medis lengkap dan dapat digunakan bagi referensi pelayanan kesehatan, melindungi minat hukum, sesuai dengan aturan yang ada.

2)      Menunjang informasi untuk aktifitas penjamin mutu (quality assurance).

3)      Membantu penetapan diagnosis dan prosedur pengkodean penyakit.

4)      Bagi riset medis, studi administrasi dan penggantian biaya perawatan.

  1. b)Saling mengingatkan antar dokter dan perawat untuk mengisi lengkap form rekam medik yang berkaitan dengan pelayanan yang diberikan.

 

IAK 10.    Ketersediaan APD Disetiap Instalasi

Formula:

 Grafik 09. Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD)

Januari - Juni 2018

 

Grafik 10. Perbandingan Ketersediaan APD di RSGM Unhas dengan Target

Januari - Juni 2018

Alat Pelindung Diri (APD) adalah suatu alat yang mempunyai kemampuan untuk melindungi seseorang yang fungsinya mengisolasi sebagian atau seluruh tubuh dari potensi bahaya di tempat kerja. Pada bulan Januari - Juni 2018 masih terdapat beberapa unit yang belum memenuhi target yaitu Departemen Integrasi, Bedah Mulut, laboratorium, Konservasi dan Radiologi. Hanya Poli VIP dan Kamar Operasi yang memenuhi target.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Membuat perencanaan pengadaan APD
  2. b)Membuat proposal permintaan pengadaan APD untuk setiap unit/departemen

 

  1. INDIKATOR AREA MANAJEMEN

IAM 1.      Ketersediaan Obat Antibiotik dan Analgetik Pada Pasien Bedah Mulut Rawat Jalan

 

Grafik 12. Ketersediaan Obat Antibiotik dan Analgetik Pada Pasien Bedah Mulut Rawat Jalan

Januari - Juni 2018

Berdasarkan grafik 12, bahwa pada bulan Januari - Juni 2018 sebesar 100% tidak tersedia fasilitas alat pemeriksaan hematologi di Laboratorium Patologi Klinik, masalah ini muncul karena belum tersedianya dana untuk pengadaan alat pemeriksaan hematologi

Rencana Tindak Lanjut :

  1. Pembuatan rincian kebutuhan alat dan bahan serta obat-obatan untuk poli bedah mulut
  2. Adanya rekapitulasi pengeluaran alat dan bahan serta obat-obatan poli bedah mulut di instalasi farmasi
  3. Monitoring dan evaluasi agar target yang telah ditetapkan selalu tercapai.

 

IAM 2.      Laporan KPRS (Keselamatan Pasien Rumah Sakit) paling lambat 2 X 24 jam

Grafik 13. Jumlah Insiden Keselamatan Pasien

Januari - Juni 2018

                           

Grafik 14. Ketepatan Waktu Laporan KPRS dalam 2x24 Jam

Januari - Juni 2018

 

Pada bulan Januari - Juni 2018 terjadi insiden keselamatan pasien yaitu Kejadian Nyaris Cedera (KNC) yang dilaporkan kepada Tim KPRS sebanyak 9 insiden KNC. Insiden KNC ini terjadi di Instalasi Farmasi dan Alkes

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Sosialisasi ke setiap unit/instalasi tentang jenis-jenis insiden keselamatan pasien yang dilaporkan;
  2. b)Sosialisasi ke setiap unit/instalasi mengenai alur pelaporan insiden keselamatan pasien;
  3. c)Supervisi dari Tim KPRS ke setiap unit/instalasi setiap hari untuk mengecek ada/tidaknya laporan atau pencatatan.

IAM 3.      Tidak Adanya Kejadian Tertusuk Jarum Suntik

Formula :

Grafik 15. Jumlah Kejadian Tertusuk Jarum Januari - Juni 2018

 

Grafik 16. Tidak Adanya Kejadian Tertusuk Jarum Januari - Juni 2018

Berdasarkan grafik pada bulan Januari - Juni 2018 tidak ada kejadian tertusuk jarum yang dilaporkan disetiap masing-masing unit kerja.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. Melakukan kegiatan monitoring ke setiap instalasi/unit agar berhati-hati dalam penggunaan jarum;
  2. Melakukan sosialisasi ke dokter, perawat, analis kesehatan, mahasiswa profesi, mahasiswa PPDGS atau siapa pun yang tertusuk jarum untuk segera melaporkan ke Tim PPI atau Tim Manajemen Risiko dan K3..

 

IAM 5.      Survei Kepuasan Pasien Satu Bulan Sekali

 

Grafik 18. Kepuasan Pasien RSGM Unhas

Januari - Juni 2018

 

Grafik 19. Kepuasan Pasien RSGM Unhas Dibandingkan Dengan Target

Januari - Juni 2018

 

Berdasarkan grafik 18, pada bulan Januari - Juni 2018 sebanyak 58,8% responden yang merasa puas pada saat berada di RSGM Unhas, sementara 41,20% responden merasa tidak puas. Jika dibandingkan dengan grafik 19, tingkat kepuasan pasien RSGM Unhas belum mencapai target yaitu sebesar 80%.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Sosialisasi kepada seluruh staf tentang survey kepuasan pasien dan keluarga pasien
  2. b)Sosialisasi kepada pasien/keluarga pasien untuk mengisi survey kepuasan pasien dan keluarga pasien di RSGM Unhas.
  3. c)Berkoordinasi kepada seluruh staf terutama staf pelayanan, kepala Instalasi/Unit, Kepala Bidang/Divisi, Direksi dan Direktur Utama RSGM untuk membenah diri dalam memberikan pelayanan kepada pasien dan meningkatkan kenyamanan bagi pasien selama berada dilingkungan RSGM Unhas.

 

IAM 6. Tingkat Kepuasan Seluruh Staf RSGM

 

Grafik 19. Kepuasan Staf RSGM Unhas Januari - Juni 2018

 

Grafik 20. Kepuasan Staf RSGM Unhas Dibandingkan Dengan Target Januari - Juni 2018

Berdasarkan grafik 19 dapat dilihat bahwa pada bulan Januari - Juni 2018 sebanyak 50% staf yang hanya merasa puas, hal ini belum mencapai target yaitu sebesar 80% sebagaimana terlihat pada grafik 20.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. Sosialisasi survey tingkat kepuasan seluruh staf RSGM Unhas
  2. Mengadakan pertemuan rutin dengan jajaran direksi untuk membahas permasalahan, harapan dan kendala-kendala yang ditemui staff RSGM untuk meningkatkan kinerja.

 

IAM 7.      Laporan 10 Besar Penyakit (Demografi Pasien)

Grafik 21. 5 Besar Penyakit Terbanyak Berdasarkan Jenis Kelamin Januari - Juni 2018

Berdasarkan grafik 21 diketahui bahwa pada bulan Januari - Juni 2018 penyakit terbanyak  berada pada Gangivitis Marginalis Kronis pada perempuan yaitu sebanyak 21 orang. Sementara jumlah penyakit terendah yaitu Periodontitis Marginalis Kronis pada laki-laki yaitu sebanyak satu (1) orang.

 

IAM 8.      Laporan Keuangan Tepat Waktu

 

Grafik 22Laporan Keuangan Tepat Waktu RSGM Unhas

Januari - Juni 2018

 

Pada bulan Januari - Juni 2018 laporan keuangan tepat waktu hal ini sudah memenuhi target yang ingin dicapai.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. Sosialisasi ke bagian keuangan tentang target pencapaian indikator untuk dipertahankan

 

IAM 9.      Kepatuhan Cuci Tangan Dokter

 

Grafik 23. Kepatuhan Hand Hygiene Dokter

Januari - Juni 2018

 

Berdasarkan grafik 23, kepatuhan cuci tangan dokter pada bulan Januari - Juni 2018 telah memenuhi target yaitu sebesar 80%. Terjadi peningkatan karena timbulnya kesadaran para dokter untuk melakukan kegiatan cuci tangan terutama pada saat five moment.

Rencana Tindak Lanjut :

  1. a)Sosialisasi hand hygiene ke DPJP.
  2. b)Monitoring kelengkapan hand hygiene di semua unit pelayanan.
  3. c)Memberikan teguran dan sanksi bagi dokter yang lalai dan tidak disiplin dalam menerapkan hand hygiene.

 

 

                                                                              

  1. INDIKATOR SASARAN KESELAMATAN PASIEN

ISKP 1.     Identifikasi Pasien Sebelum Tindakan Operasi

Grafik 24. Identifikasi Pasien Sebelum di Operasi

Januari - Juni 2018

 

Berdasarkan grafik 24 diketahui bahwa pada bulan Januari - Juni 2018 untuk identifikasi pasien sebelum operasi telah mencapai target yaitu sebesar 100%.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Sosialisasi ke seluruh unit pelayanan  tentang target pencapaian indikator untuk dipertahankan.
  2. b)Monitoring dan evaluasi agar target yang telah ditetapkan selalu tercapai.

 

ISKP 2.     Komunikasi Antara Perawat dan Dokter dengan Metode SBAR

Formula:

Grafik 25. Kelengkapan Komunikasi dengan SBAR

Januari - Juni 2018

Berdasarkan grafik 25. Kelengkapan komunikasi dengan metode SBAR mencapai 100%, hal ini belum mencapai target yang diinginkan. Hal ini disebabkan karena belum terbiasanya menggunakan form SBAR dan ketidakpatuhan dokter dan perawat dalam mengisi mengisi form SBAR.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Memberikan edukasi kepada para dokter dan perawat tentang pentingnya mengisi lengkap form SBAR;
  2. b)Dokter dan perawat saling mengingatkan untuk mengisi di form SBAR;
  3. c)Memberikan teguran kepada dokter dan perawat yang tidak patuh dan disiplin oleh Direktur Pelayanan Medik, Keperawatan dan Penunjang.
  4. d)Sosialisasi ke seluruh unit pelayanan  tentang target pencapaian indikator untuk dipertahankan.
  5. e)Monitoring dan evaluasi agar target yang telah ditetapkan selalu tercapai.

 

ISKP 3.     % High Alert Medikation dengan Label High Alert

Formula:

 

Grafik 26. % Obat High Alert dengan Label High Alert

Januari - Juni 2018

 

Obat High Alert  adalah obat yang memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi oleh karenanya perlu diberikan label high alert pada setiap pieces obat high alert. Berdasarkan data di atas terlihat bahwa 0% untuk setiap pieces obat high alert yang diberikan label high alert, hal ini masih jauh dari target yaitu 100%. Masalah yang muncul karena belum tersedianya etiket label high alert.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. Membuat permintaan untuk dilakukan pengadaan etiket label high alert;
  2. Sosialisasi SPO di unit farmasi dan alkes
  3. Melakukan penempelan label high alert pada obat high alert pada setiap pieces obat

 

ISKP 4.     Time Out Dilaksanakan dengan Lengkap Sebelum Operasi

Formula :

Grafik 27. Kelengkapan Time Out Sebelum Operasi

Januari - Juni 2018

 

Pelaksanaan time out pada pasien adalah pelaksanaan pengecekan yang dilakukan tim operasi yang dipimpin oleh perawat sirkuler sebelum insisi dimulai meliputi verifikasi kebenaran nama dan tanggal lahir pasien, lokasi operasi dan penandaan area operasi, posisi pasien, prosedur tindakan yang akan dilakukan, kelengkapan hasil pemeriksaan penunjang, kesiapan dan kelengkapan peralatan, dan kesiapan tim operasi. Pada bulan Januari - Juni 2018, kelengkapan time out sudah mencapai target yaitu sebesar 100%. Akan tetapi, pada bulan Juni 2018 tidak memenuhi target karena tidak ada kegiatan operasi.

Rencana Tindak lanjut:

  1. a)Memberikan edukasi kepada para dokter dan perawat tentang pentingnya mengisi lengkap form time out
  2. b)Memberikan teguran kepada dokter dan perawat yang tidak patuh dan disiplin oleh Direktur Utama Direktur Pelayanan Medis, dan Komite Medik serta Komite Keperawatan.

 

  

ISKP 5.     Kepatuhan Hand Hygiene Perawat

 

Grafik 28. Grafik Kepatuhan Hand Hygiene Perawat

Januari - Juni 2018

 

Pada bulan Januari - Juni 2018 kepatuhan cuci tangan perawat sebesar 56%, hal ini masih belum mencapai target yang ingin dicapai. Hal ini dikarenakan masih rendahnya kesadaran untuk melakukan kegiatan cuci tangan terutama pada saat 5 moment.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. a)Melakukan kegiatan sosialisasi kepada seluruh perawat tentang pentingnya cuci tangan dilakukan terutama pada saat 5 moment;
  2. b)Saling mengingatkan untuk cuci tangan terutama saat 5 moment
  3. c)Monitoring kelengkapan hand hygiene di semua unit pelayanan

 

ISKP 6. Assesmen Risiko Jatuh di Rawat Inap

Formula :

 

Grafik 28. Kelengkapan Assesmen Risiko Jatuh di Rawat Inap

Januari - Juni 2018

Assesmen risiko jatuh adalah serangkaian proses assesmen risiko yang berlangsung saat pasien masuk rawat inap untuk dilakukan pemeriksaan secara sistematis untuk mengidentifikasi masalah keperawatan pada pasien dalam kurun waktu 24 jam. Pasien risiko jatuh dilakukan pada pasien dewasa dan anak. Assesmen risiko jatuh pasien dewasa berdasarkan penilaian skala jatuh morseMorse Falss Scale (MFS), sedangkan assesmen risiko jatuh pada pasien anak (pediatri) menggunakan penilaian Skala Risiko Jatuh Humpty Dumpty. Berdasarkan data di atas terlihat bahwa pada bulan Januari - Juni 2018 mengalami peningkatan sehingga memenuhi target pada bulan April-Mei 2018.

Rencana Tindak Lanjut:

  1. Memberikan edukasi kepada para dokter dan perawat tentang pentingnya mengisi lengkap form assesmen risiko jatuh;
  2. Memberikan teguran kepada dokter dan perawat yang tidak patuh dan disiplin oleh Direktur Utama Direktur Pelayanan Medis, dan Komite Medik serta Komite Keperawatan.
  3. Perawat dan dokter saling mengingatkan untuk mengisi form assesmen resiko jatuh pada pasien rawat inap.